Find Article in This Blog

Minggu, 25 Maret 2012

Pantai Lovina (Lovina Beach)


Pantai yang termasuk paling dikenal di area Bali Utara adalah Pantai Lovina (near by Singaraja City). Waktu yang perlu ditempuh dari Kota Singaraja adalah sekitar 30 menit apabila kita mempergunakan kendaraan pribadi. Pantai Lovina atau Lovina terletak sekitar 9 Km sebelah barat kota Singaraja, ini merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Bali Utara. Wisatawan baik asing maupun lokal banyak yang berkunjung ke sana, selain untuk melihat pantainya yang masih alami, juga untuk melihat ikan lumba-lumba yang banyak terdapat di pantai ini. Dengan menyewa perahu nelayan setempat, kita dapat mendekati lumba-lumba. Berbagai penginapan mulai dari Inn hingga Cottages tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.


Menyinggung sejarah Lovina, tentunya tidak bisa lepas dengan sosok Anak Agung Panji Tisna. Sekitar 1950-an, Anak Agung Panji Tisna, pernah melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa dan Asia. Apa yang menarik perhatian beliau terutama adalah kehidupan masyarakat di India. Dia tinggal beberapa minggu di Bombay (sekarang Mumbai). Cara hidup dan kondisi penduduk di sana, serta merta mempengaruhi cara pikir dan wawasan beliau ke depan untuk Bali, terutama pembangunan kesejahteraan masyarakt di Kabupaten Buleleng. Sementara itu, Panji Tisna juga melihat suatu tempat yang ditata indah untuk orang-orang berlibur di pantai. Tanah tersebut memiliki kesamaan dengan tanah miliknya di pantai Tukad Cebol - Buleleng - Bali Utara, yang juga terletak di antara dua buah aliran sungai. Inspirasi Panji Tina muncul untuk mebangun sebuah peristirahatan seperti itu. Sekarang, hanya perlu nama. Ya, nama apakah yang akan diberikan? Sementara pikirannya melayang, beliau melanjutkan perjalanan ke daerah pegunungan. Ingatannya kembali ke Buleleng Bali, sebidang tanah perkebunan jeruk di pegunungan di desa Seraya, 2 kilometer dari garis pantai. Akhirnya, beliau tiba di atas bukit, tepatnya di desa di pinggiran kota yang gersang, di wilayah Maharashtra, beberapa ratus meter di atas permukaan laut. Sebuah pemandangan yang menawan di mana beliau menemukan sebuah kota kecil bernama "Lovina"!. Lovina? Ya, Lovina! Nah ini dia, LOVINA! Sepertinya nama seorang wanita dari daratan Eropa.

Pemunculan Lovina di Bali Kembali dari luar negeri pada tahun 1953, Anak Agung Panji Tisna segera menyatakan inspirasinya dan mulai membangun di tanah miliknya, sebuah pondok bernama "LOVINA". Tempat itu dimaksud untuk para “pelancong”, istilah sekarang “turis”, untuk berlibur. Dilengkapi dengan 3 kamar tidur utuk menginap dan sebuah restoran kecil dekat di pinggir laut. Waktu itu, beberapa pengamat bisnis mengkawatirkan dengan mengatakan, bahwa rencana Panji Tisna tidak akan berhasil seperti yang diharapkan. Terlalu awal waktunya untuk membuat usaha sejenis itu di pantai terpencil seperti pantai di Tukad Cebol. Pengamat budaya lokal menyatakan, "Lovina" adalah sebuah kata asing, bukan lafal lidah Bali. Selanjutnya lagi, tidak ada huruf "v" dalam aksara Bali. Komentar lain mengatakan dengan tegas, jangan menggunakan kata “Lovina”, sebaiknya dihapus saja.

Anak Agung Panji Tisna, pada tahun 1959, menjual Penginapan Lovina kepada kerabatnya yang lebih muda, Anak Agung Ngurah Sentanu, 22 tahun, sebagai pemilik dan manajer. Bisnis ini berjalan cukup baik. Namun, tidak ada pelancong atau turis. Hanya datang beberapa teman Panji Tisna berasal dari Amerika dan Eropa, serta pejabat pemerintah daerah dan para pengusaha untuk berlibur. Merasa beruntung, bahwa pada hari-hari khusus seperti hari Minggu dan hari libur, juga pada hari raya seperti Galungan dan Kuningan banyak orang termasuk pelajar yang datang menikmati suasana alam pantai.

Karma dalam kehidupan Lovina Sudah sejak ratusan tahun, kota Singaraja, ibu kota Propinsi Nusa Kecil, mempertahankan kondisi mapan selama itu sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan perdagangan. Namun, kondisi seperti itu tiba-tiba berubah. Pada awal 1960, ibukota dipindahkan ke Denpasar dan selanjutnya juga menjadi ibu kota propinsi Bali. Akibatnya jelas, kegiatan pembangunan, dan perdagangan anjlok di Singaraja, dan wilayah utara Bali pada umumnya.
Citra Lovina Memerlukan waktu bertahun-tahun untuk bangkit kembali ke kondisi normal di Bali Utara. Sang manajer muda Ngurah Sentanu, mendapat pengalaman terburuk dalam menjalankan Pondok Lovina. Namun ia legowo menerima tugas dan amanat Panji Tisna. Apa yang telah diramalkan oleh para analis bisnis memang benar. Namun, apakah memang ada sesuatu yang salah dengan Lovina?

Mulainya pariwisata di Bali Sejak Hotel Bali Beach dibangun pada tahun 1963, pariwisata mulai dikenal di Bali. Pembangunan fasilitas pariwisata seperti hotel dan restoran mulai menyebar ke seluruh Bali. Para turis berbondong-bondong datang ke Bali setelah Bandara Ngurah Rai dibuka tahun 1970. Pemerintah Buleleng memprogramkan agar sektor pariwisata dipacu sebagai salah satu andalan untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pada itu, sorotan tertuju adanya Lovina, muncul pengakuan dan penolakan.

Lovina mendapat saingan Di wilayah timur Buleleng, yaitu pemandian alam Yeh Sanih di desa Bukti, bangkit sebagai saingan Lovina. Pengembangan Yeh Sanih mendapat dukungan lebih ketimbang Lovina, baik dari pihak pengusaha maupun pengamat pariwsata. Karena mungkin, Yeh Sanih lebih “asli Bali”. Sedangkan dari sudut lain, para turis mendorong para agen perjalanan lebih memilih Lovina. Sayangnya, Penginapan Lovina masih belum siap. Untungnya, waktu itu. Anak Agung Panji Tisna sudah membangun hotel “Tasik Madu”, 100 meter di sebelah Barat Lovina mejadi tempat tujuan satu-satunya di Pantai Utara Bali. Setelah direnovasi, Pondok Lovina juga dipenuhi pengunjung. Dampaknya sudah jelas, berbagai fasilitas wisata seperti hotel, restoran, dan lain-lain dibangun oleh masyarakat secara spontan di desa Kaliasem dan Kalibukbuk dan sekitarnya. Waktu itu belum muncul investor luar.

Lovina sebagai Maskot Pengembangan pariwisata di Bali yang pesat di tahun 1980, mendorong pemerintah membentuk kawasan-kawasan wisata, seperti Kawasan Wisata “Kuta” dan “Sanur”. Di kabupaten Buleleng, dibentuk Kawasan Wisata “Kalibukbuk” dan “Air Sanih”. Meskipun nama resminya adalah Kawasan Wisata “Kalibukbuk", bagaimanapun, para pebisnis pariwisata telah melihat "Lovina" sebagai maskot yang sangat potensial untuk mempromosikan pariwisata.

Pantai Lovina Pada tahun 1985, pengaruh aura “Lovina” menggabungkan tidak kurang dari 6 desa asli, yaitu Kalibukbuk, Kaliasem, Temukus, Anturan, Tukadmungga dan Pemaron. Mungkin akan meluas lagi. Bahkan sampai pada nama-nama pantai, seperti, pantai Pemaron, pantai Tukadmungga, pantai Kubugembong (Anturan), pantai Banyualit, pantai Kalibukbuk, pantai Kaliasem (nama dulu Tukad Cebol), pantai Temukus, panta Pemaron, semua bergabung menjadi Pantai Lovina.

Lovina pembawa berkah untuk masyarakat Lovina yang sejak lahir pernah ditolak, tidak diakui, diragukan, dicurigai, tapi sekarang dianggap sebagai dewi penyelamat. Namun, kenyataannya sekarang, Lovina telah membawa berkah untuk banyak orang. Sedangkan, tidak banyak yang tahu, bagaimana tantangan lika-liku perjuangan "Lovina" selama itu agar tetap eksis. Impian Anak Agung Panji Tisna sejak 1953, telah terwujud. Wujud itu, "Lovina Beach Hotel" yang historik, tetap dipelihara dengan baik oleh Anak Agung Ngurah Sentanu sampai sekarang.

Arti Lovina "Love" dan "Ina" yang diartikan sebagai Love Indonesia, adalah keliru dalam konteks Panji Tisna. Istilah “INA” tidak lain adalah singkatan untuk kontingen atau rombongan atlet Indonesia untuk Asian Games 1963. Sedangkan, Lovina didirikan pada tahun 1953. Menurut Panji Tisna, Lovina memiliki makna filosofis, campuran dua suku kata "Love" dan "Ina". Kata "Love" dari bahasa Inggris berarti kasih yang tulus dan "Ina" dari bahasa Bali atau bahasa daerah yang berarti "ibu". Arti dari Lovina menurut pengagasnya, Anak Agung Panji Tisna, adalah "Cinta Ibu" atau arti luhurnya adalah "Cinta Ibu Pertiwi". (istalastu)




Source : Wikipedia, google, kaskus, yahoo, istalastu, national geography, Indonesia Government official site

airport, airports, austria, airlines, ancient, attraction, andy nuryadmanto, audrey khalida, asia, asean, adisucipto, argentina, australia, brazil, bandung, bali, borobudur, bedugul, batik, budha, budaya, buddhist, batam, belgium, beach, beaches, brunei, beverages, bunaken, campaign, chile, candi, central java, canada, culture, cultural, denmark, denpasar, dive, diving, egypt, ethnic, etnik, east java, finland, france, forest, festivities, festival, food, gili, gunung, guide, germany, guide book, heritage, hutan, hindu, hungary, hong kong, hindhus, indonesia, iran, istana, istana langit, istalastu, italy, islam, ireland, irian, jakarta, jungle, jogja, jogjakarta, java, jawa, jawa timur, jawa barat, jawa tengah, japan, jimbaran, KFC, kalimantan, kaliurang, kuliner, kuwait, kuta, legian,luxembourg, language, laweyan, lombok, Mc’Donald, makanan, minuman, muslim, moslem, magelang, mountain, macau, morocco, malaysia, mount, nusa dua, ngurah rai, nusa tenggara, nasional, new zealand, norway, natural, national, peru, philippines, passport, pbb, pizza hut, portugal, prambanan, parks, park, poland, pdf, pantai, qatar, russia, rimba, resor, resort, resorts, sulawesi, saudi arabia, sumatra, stupa, sangeh, sandang sari, surakarta, solo, singapore, surabaya, semarang, switzerland, spain, south africa, south korea, taiwan, the united kingdom and the united states, travel, thailand, travels, travellers, traditional, tradisional, tradition, transport, temple, taman, tour, tourism, tourisme, united arab emirates, unesco, uno, visa, vacation, vietnam, volcanoes, west java, yogyakarta.



Sponsored Link :


All Advertising Services. We Come To You (Jakarta Area Services)

Indonesian Online Batik Shop

Online Florist Services, Just need a simple way to show your attention


Posting Komentar

S p o n s o r e d L i n k :

Istana Langit Studio

Architecture Design & Tourism Guidance

Story of Audrey

Not just a Story. But it’s Adventure.

Peewee Joke

A lot of Joke were here. Visit and see it

Café Peri

Many food to make you laugh till you cry

Beauty Indonesia

Beauty of Indonesian Culture & Arts

Amazing World

Our world were so amazing that you can’t imagine

Song Lyric’s

All you can find for yor favorit song

Islam Guidance

Ya Allah, ku bersujud kepadamu

House of Quotes

You can learn from everything. That’s the fact

Flora & Fauna

Cerita soal dunia satwa dan tanaman











Advertise Here